Jumat, 04 Agustus 2017

Stadartisasi Kemasan UKM


1771389_dsc01609
Tentunya kita sering kemini market-mini market di sekitar kita, umumnya lebih dari 90% adalah produk-produk perusahaan-perusahan besar skala nasional dan multinasional, bahkan tidak sedikit juga produk Import. Semua tertata rapi di rak-rak yang strategis, kemasan yang bagus yang ditopang dengan desain unik dan menarik, seakan menjadi sihir tersendiri bagi konsumen untuk sekedar mengambil, memperhatikan/ membaca dan jika beruntung akan dimasukkan kedalam keranjang belanjaan.
Lain perusahaan besar/ multinasional, lain juga UKM kita. Umumnya, urusan kemasan UKM tergantung sekali dengan penyedia kemasan. Jika kemasannya adalah kemasan yang sudah banyak beredar dan banyak dijual di toko-toko, maka hal itu menjadi tidak masalah bagi UKM. Namun jika penyedia tidak banyak, mis : kemasan Aluminium foil. maka UKM tergantung sekali pada penyedia kemasan.
Banyak penyedia kemasan skala UKM (dalam hal ini alufoil) yang hanya membuat kemasan dengan ukuran “semau GUE”. artinya penyedia kemasan tersebut membuat kemasan sesuai dengan material yang tersedia dan ukurannya berubah-ubah sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan, ditambah lagi dengan ketebalan kemasan yang selalu berubah-ubah, dan masih ada lagi yaitu warna yang tidak standart dan berubah-ubah.
Memang….. kemasan yang : Ukurannya “semau Gue”, Ketebalannya “bukan urusan saya” dan warnanya selalu berubah-ubah memiliki 1 (satu) keunggulan, yaitu harganya cenderung MURAH dibawah harga dasar kemasan itu sendiri. namun jika menjadi pilihan UKM, maka siap-siap produk kita di-MUSEUM-kan.
sebab :
1.kita patut bertanya, bagaimana bisa menjual dibawah harga dasar.
2.ukuran kemasan yang tidak standart (beda-beda) membuat pembeli ragu ??? ada apa dengan kemasannya.
3.warna kemasan yang sering berubah-ubah membuat pelanggan juga bertanya-tanya, mengapa warna kemasan (bukan label) kok bisa beda-beda??? apakah ini palsu,dll.
4.tiap-tiap jenis material memiliki fungsi dan manfaat berbeda, sehingga kualitas akan beda jika menggunakan kemasan yang tidak menentu.
5.dan masih banyak lagi.

Sumber : www.kemasan.net

Kotak Katok - katok Kotak


Jumpa lagi dengan kami AA Packaging House, kali ini kita mau membahas spongebob squarepants, bukan spongebobnya tapi squarepants nya.... iya benar. Kali ini pokok bahasan kita mengenai kotak katok, karena packaging berkaitan dengan kotak dan yang akan kita kemas adalah katok, jadilah kotak katok temanya.
Kemasan dewasa ini dikenal sebagai marketing senyap "Silent Marketing", dengan kemasan, produk dapat dicitrakan melalui seberapa menarik dan seberapa bagus kemasan yang dipakainya, semakin menarik dan
semakin bagus kemasan, kemungkinan barang akan dilihat, dipegang dan diamati akan menjadi lebih besar. Semakin menarik kemasan suatu produk, maka semakin besar pula kemungkinan suatu produk akan dibeli.  setuju.... saya anggap semua setuju hee....
Hasil gambar untuk minions underwear
Namun ada yang menarik dalam satu produk ini (underware), ternyata tidak semua underware lebih marketable jika dikemas, justeru kalo dikemas akan mengurangi omsetnya, bagaimana itu bisa terjadi, Ok ngga perlu panjang lebar mengapa pengemasan pakaian dalam pria di dalam kotak, sementara tidak untuk celana dalam wanita.
Gambar terkait
1. Marketing Strategi
Jika celana dalam pria dijual secara tersebar atau berserakan pada suatu rak, maka pria akan membeli sehelai saja. hal ini dikarenakan sepasang celana dalam sudah cukup sebagai tambahan stok bagi pria. Namun jika dijual sekotak, mau tidak mau mereka akan membeli dalam jumlah Terkecil yaitu 1 kotak tersebut meski isinya ada 3 lembar.
Namun jika celana dalam wanita dijual dalam kotak, perempuan akan beli sekotak hanya karena satu kotak ada berbagai pilihan warna. Tapi jika dijual tersebar, wanita memiliki lingkup pilihan yang sangat luas dan merasa 5 helai pun belum tentu cukup lho.  ayoo ... ngaku......
Gambar terkait
2. Memilih
Wanita lebih suka memilih sebelum membeli, tak dapat dipungkiri bahwa kodrat wanita sebagai pemilih yang tangguh, untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya dengan harga sekecil-kecilnya, sementara pasangannya menunggu dengan setia dan terkadang sampai tertidur selama masa menunggu. Sementara pria akan membeli dengan hanya melihat ukuran yang tertera di kotak langsung beli ngga begitu ribet dan praktis.

3. Warna & Ciri-Ciri Celana Dalam
Selain dari warna, tidak ada fitur-fitur celana dalam yang akan diperhitungkan oleh kaum pria, Ukurannya OK warna OK langsung dibungkus, toch ngga mungkin juga CD yang terpakai di pertontonkan apalagi di khalayak ramai. Jika celana dalam wanita ditempatkan dalam kotak, habis semua kotak akan dibuka (untuk melihat warna, model, gaya, bentuk, fitur dan aksesoris lainnya) dan ini akan mendatangkan rasa marah dan jengkel pada pemilik toko.

Hasil gambar untuk underwear men box4. Pemalu
Sebenarnya kaum pria adalah pemalu. Jadi kotak itu melambangkan bahwa pria memiliki sifat malu yang sangat tinggi dibandingkan wanita?
pemaluSingkat cerita, ada hal-hal yang sifatnya extraordinary, jadi kita tidak bisa mengeneralisasi semua produk, memang betul dengan kemasan yang menarik, prosentasi tingkat terbelinya suatu pruduk secara umum berdampak meningkatnya pembelian suatu produk, namun untuk kemasan underware wanita adalah hal yang special, dalam kaitannya dengan kemasan.  ok guys

Sumber : www.kemasan.net

Meregenerasi silaca gel ….. apa bisa ???

Meregenerasi silaca gel ….. apa bisa ??? Silica Gel …… Tentunya semua orang tau, itu lho kemasan sachet kertas untuk penga...